Minggu, 28 Juni 2015

Puisi ( Untitle )



Saat itu, aku Isim Mufrod,tunggal sendiri saja
Seperti kalimat huruf,sendiri tak bermakna
Seperti fi’il Laazim,mencintai tapi tak ada yang di cintai
Tak mau terpuruk dan terdiam, aku harus menjadi Mubtada’,
Memuai sesuatu,menjadi seseorang Fa’il,yang berawal dari fi’il
Tapi aku seperti fi’il mudhoori’ allazii lam yattasil biaakhirihii syaiun
Mencari sesuatu,tapi tak menemukan sesuatu apapun di akhir
Bertemu dengan mu adalah Khobar muqaddam
Sebuah kabar yang tak di sangka                           
Akupun jadi mubtada’  muakhor,perintis yang kesiangan
Aku mulai dengan sebuah kalam dari susunan beberapa lafaz
Yang mufid,terkhusus untuk dirimu  dengan penuh makna
Dari sini semua bermula
Aku dan kam, bagaikan Idhofah
Aku mudhof,dan kamu mudhofilaih
Tak bisa di pisahkan
Cintaku padamu,beri’rob rofa’.tinggi
Bertanda dhummah.bersatu, cinta kita bersatu
Mencapai derajat tertinggi.
Jika kita terpacah belah tak bersatu,rendahlah derajat cinta kita
Karenanya, kan kujaga cinta kita,layaknya izim yang beri’rob Jazm
Penuh kepastia
Bertanda dengan sukun,ketenangan
Kan kita gapai cinta yang penuh damai
Saat semua terkait dengan kepastian tanpa ragu-ragu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar